Showing posts with label hujan. Show all posts
Showing posts with label hujan. Show all posts

Saturday, January 23, 2016

COAGULATION: part 2

    Menatap selembar photo yang terselip secara rahasia di buku kuliahku sekali lagi untuk menyuntikkan semangat sebelum bergegas keluar kamar dan berangkat ke kampus, kukembalikan buku itu diantara buku kuliahku di lemari buku tepat sebelum Kangin oppa menerobos masuk dan mengejutkanku.
    “Aigo, oppa! Ngagetin Shinmin aja!” teriakku kaget setengah mati. Sembunyi – sembunyi tangan kananku mendorong buku lebih ke dalam lagi. Oppa memandangku dengan mengerenyitkan dahi. Heran melihatku terkaget – kaget sedemikian rupa seolah ketahuan sedang berbuat jahat.

Wednesday, February 27, 2013

A GOOD BYE


(ff ini pernah dimuat di sujuff)
Aku hanya ingin melihat senyumnya. Hanya ingin membuatnya tersenyum seperti dulu. Senyum yang akhir-akhir ini hilang entah kemana. Untuk terakhir kalinya biar aku simpan senyuman itu sebagai kenangan abadiku. Saat mataku tertutup, biarkan senyummu yang terbayang.  Apa semua karena aku??? Apa yang harus aku lakukan untuk membuat senyum itu kembali lagi?
****
Hyeon pov

Monday, February 25, 2013

NEORAGO

Gelap...
Mata ini tertutup...
Sunyi...
Karna jantung ini berhenti berdetak.
Senyap...
Akhirnya napas inipun tak lagi ada.
Dingin...

DI AKHIR CERITA

kutulis sebuah cerita tentangmu
tentang kisah yang tak berujung

prolog
pertama kita bertemu
saling bertatap mata dan tersenyum
kau ulurkan tanganmu dan memperkenalkan diri

PERNAH

Aku pernah mencintai dia,
sekali waktu disaat aku masih terlalu muda untuk tahu kalau dia bukan yang terbaik
Aku pernah dicintai olehnya
meskipun tidak pernah benar - benar ada dalam hatinya
Aku pernah menjadi bagian dari hidupnya
yang tak seindah seperti di semua dongeng pengantar tidur
Aku pernah menjadikan dia sebagian dari jiwaku

LOVE IS....


Bukan aku tak cinta....
Aku hanya ingin....
Mencintai diri sendiri sebelum mencintai dirimu
Menyukai diriku apa adanya sebelum menyukai siapa dirimu
Menerima kekuranganku sebagai kelebihan sebelum menerima semua kekuranganmu
Melihat diri sendiri lebih dekat sebelum mencari tahu dirimu sebenarnya
Ini bukan tentang aku, tapi tentangmu

Sunday, March 25, 2012

Yang Terpilih



Aku memilih dia yang sudah tersakiti olehku
Aku memilih dia yang sudah tersia olehku
Aku memilih dia yang sudah lama mencintaku

What If



 
Perpisahan. Betapa perih kalau menghadapi yang satu ini. Hanya ada air mata dan kesedihan serta luka mendalam di hati. Seberapa lamapun perpisahan itu, serasa separuh jiwa kita hilang.

Wednesday, February 15, 2012

when my love story just begun and end on same day



Benar kata orang kalo minta sesuatu pada Tuhan itu harus hati2 n pinter milih kata2 ato ntar bkal nyesel. That happen to me.
I meet him a half year ago and i fallen in love. NO!! its not love just like... i like him. LOL
Who is he?? i didn't know until today.... his name??? uhmmm...... call him Kaito or Hyde, whatever u like lah...
Selalu melihat dia di hari, waktu and tempat yang sama. Hari Rabu, jam 9 di Italian Cafe.
First time, gilaaa... matanya nusuk ke hati bkin ni jantung deg2n ga karuan. oh my God kyak anak SMU aja deh... well its okay kan postur ma mentalku masih kyak anak SMU hwakakakaka
Second time, heard his voice. nice!!! stabbed my heart again. damn it.... kayaknya saat itu pelatihnya tahu aku suka ma tu cowok. (well, aku ga tau tu bapak2 pelatihnya ato bapaknya, gurunya ato sapanya. tapi dari obrolan yg aku dengar sih sprti pelatihnya).
Third time, took his picture like a stalker. aku g gini2 amat wktu ktmu teuki oppa (oke... liat dia di konser lebih tepatnya) dan tu poto jdi wallpaper iphone smpe detik ini. tapi jujur aku akuin dia memberikan aku inspirasi buat cerpen pertamaku dlam bhasa jepang. dia yang bikin aku bisa menyelesaikan novelku. finally.... aneh kan. banget!! bagaimana bisa seseorang yang tak dikenal bisa sedemikian besar berpengaruh. but.... bukankah dunia ini penuh mistery?? hahahaha....
forth time, finally aku tahu kalo dia latihan boxing di hari dimana kita selalu ketemu jam 10an malem. thats why dia selalu dtg ke cafe itu antara jam 8.45-9.30an. duuuhhh smpe hapal jadwalnya kyak aku ini manager plus stalker n dia artisnya.
after that, i never meet him again for about 6 month. Forget about him? no!! still remember about him, because he sit on my heart n sleep on my head. so... day after day..... i pray to my Dear God....
"Tuhan.... biarkan aku bertemu dengannya sekali lagi kalau memang dia berjodoh denganku. Dan jangan pertemukan aku dengannya sekuat apapun aku berusaha menemuinya kalau kami tak berjodoh. amien....."
Dan....
Tuhan mendengar doaku serta mengabulkannya dengan cara yang membuatku bingung. Aku tak pernah memikirkan kemungkinan2 ini sebelumnya, i have simple minded.
Bagaimana kalo aku bertemu dengan dia lagi but...... he is with someone???? Aku harus anggap itu jawaban dari Tuhan sebagai apa??? Berjodohkah?? tapi.... dia udah bersama dengan yang lain.
Di hari valentine, dengan sekotak coklat handmade di tanganku. Senyum yang semula ada di wajahku berubah jadi buliran air mata. When i finally met him again, i must wake up from my dream. When i thought if my love story will begin, i must ended it in the same time.
Di hari yang sama, waktu yang sama and di tempat yang sama dimana aku memulai kisah ini, aku harus mengakhirinya juga.
so...... sekarang satu tanya yang tersisa. Tuhan menjawab doaku, mempertemukanku dengannya tapi dengan kondisi yang berbeda. Aku harus mengartikannya sebagai jodoh atau membukakan mata kalau dia bukan jodohku??
well... i must pray again.

(Well, seharusnya ini sad story tapi entah kenapa kok kayak happy story sih???)

Wednesday, October 20, 2010

SERENADE HUJAN

Siang tadi hujan turun deras. Bukan dari langit tapi hujan itu ada dalam hatiku. Hujan yang tak sempat terhenti sejak 10 tahun semakin deras. Hujan dengan guliran penuh luka, hujan dengan pedihnya membasahi lukaku. Hujan yang tak lagi menyejukkanku, hujan yang tak lagi mampu menghapus duka lara. Hujan yang tak bawakan aku pelangi, hanya hujan yang kini turun bersama air mataku.

HUJAN

CHAPTER 4
HUJAN


Tes….tes…tes….
Bunyi rintik hujan yang menimpa genteng mengusik tidur siangku. Semakin kutenggelamkan tubuhku di balik selimut dan menutup kedua telingaku dengan bantal. Tapi, sekian detik kemudian rintik itu menjelma menjadi hujan deras. Dan bantal itu sudah tidak mampu lagi meredam suara hujan. Hujan!!!