Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Monday, February 25, 2013

HATE U, LOVE U - end


Pagi berlalu dengan damai. Istirahat hampir selesai, pelajaran terakhir akan dimulai dan pulang!! Fiuh… coba tiap hari kayak gini, betapa tenang hati ini, batin Elvin. Tiba – tiba…
“Viiiiiiiinnnn!!!” teriak Wookie masuk kelas dengan heboh mengejutkan Elvin yang sedang asyik makan dengan kedua temannya, Sang Jin dan Yonhee. Dibelakang Wookie, terlihat Taemin yang terengah. Aduh!! Ada apa lagi, nih??? Batin Elvin ga tenang. Baru juga ngrasa damai sekarang berasa ada angin topan lagi.
“Aduh, Wookie!! Jangan treaaaakkkk…. Kupingku sakit, tau!!” bentak Sang Jin memukul kepala Wookie dengan sumpit. *astaga..kok aku nyiksa Wookie mulu, ya???*
“Vin Vin Vin….” Kata Wookie ga mempedulikan omelan Sang Jin. Elvin mengibaskan tangannya yang diguncang keras Wookie.

NEORAGO

Gelap...
Mata ini tertutup...
Sunyi...
Karna jantung ini berhenti berdetak.
Senyap...
Akhirnya napas inipun tak lagi ada.
Dingin...

DI AKHIR CERITA

kutulis sebuah cerita tentangmu
tentang kisah yang tak berujung

prolog
pertama kita bertemu
saling bertatap mata dan tersenyum
kau ulurkan tanganmu dan memperkenalkan diri

PERNAH

Aku pernah mencintai dia,
sekali waktu disaat aku masih terlalu muda untuk tahu kalau dia bukan yang terbaik
Aku pernah dicintai olehnya
meskipun tidak pernah benar - benar ada dalam hatinya
Aku pernah menjadi bagian dari hidupnya
yang tak seindah seperti di semua dongeng pengantar tidur
Aku pernah menjadikan dia sebagian dari jiwaku

LOVE IS....


Bukan aku tak cinta....
Aku hanya ingin....
Mencintai diri sendiri sebelum mencintai dirimu
Menyukai diriku apa adanya sebelum menyukai siapa dirimu
Menerima kekuranganku sebagai kelebihan sebelum menerima semua kekuranganmu
Melihat diri sendiri lebih dekat sebelum mencari tahu dirimu sebenarnya
Ini bukan tentang aku, tapi tentangmu

Sunday, March 25, 2012

Yang Terpilih



Aku memilih dia yang sudah tersakiti olehku
Aku memilih dia yang sudah tersia olehku
Aku memilih dia yang sudah lama mencintaku

BUKAN PANTAI



Bukan, aku bukanlah pantai
yang selalu setia menantikan ombak datang
Bukan, aku bukan pantai
yang selalu ada disana ketika ombak bergulung kembali ke tepian pantai
Bukan, aku bukan pantai 
tempat untuk membuang luka duka sang ombak setelah menghempas karang
Bukan, aku bukan pantai
yang tetap diam membisu meski ombak menyakiti
Bukan, aku bukan pantai
saat jejak itu ada bisa terhapus begitu saja oleh sapuan ombak
Bukan, aku bukan pantai
yang bisa selalu tegar  dengan ego sang ombak
Bukan, aku bukan pantai

Aku....
tidak akan selalu ada untukmu
Aku... 
tidak akan selalu berdiri di sana setiap kau berbalik
Aku....
juga akan jalan menjauh saat kau memutuskan pergi
Aku...
bisa terluka dan tak memaafkan 
Aku...
bisa pergi dan membuatmu kehilanganku
Aku...
mempunyai ego dan keangkuhan sama sepertimu
Aku...
punya kenangan yang tak mungkin terhapus meski kau hadir

Aku tak seperti pantai yang selalu diam
Aku mampu melepaskanmu dan mengatakan 'selamat tinggal'
dan... semuanya tinggal masa lalu.
Biarlah kau menjadi ombak tanpa pantai....
karena, aku lelah menjadi pantai untukmu.

Sunday, June 26, 2011

KESENDIRIAN

ya ammmpyuuunnn.... mendadak menemukan puisi lama jaman SMU dlu.. ketawa jga membacanya. ternyata aq dlu selabil ini, freak dan egois tingkat tinggi. Aku tidak ingat secara pasti kapan dan kenapa aku menulis puisi melankolis ini. Tapi, dari membaca puisi ini aku semakin sadar dan bisa mengaca dari pengalamanku.. Sesuatu yang menyedihkan bagiku dahulu bisa aku anggap sebagai sesuatu yang lucu saat ini. Masa lalu memang penting tapi tidak lantas membuat kita terpuruk dan melupakan bahwa masih ada masa kini dan masa depan yang akan lebih indah. Ternyata peribahasa yang mengatakan bahwa luka dan air mata akan mendewasakan kita itu benar adanya. 
Sekarang ini, aku merasa sudah lebih dewasa, lebih kuat dan lebih bisa baik lagi.... Masa lalu tidak untuk dilupakan, jangan juga terlalu dikenang... biarkan saja apa adanya. Karena tanpa masa lalu tidak akan ada masa depan. 

Kesepian, kesendirian, kesedihan, kesunyian, kehampaan…..
Seperti matahari yang selalu sendiri
Seperti pantai yang selalu berdiri menanti lautan
Dan aku masih disini, sendiri
Tak ku harapkan bintang ataupun rembulan
Untuk menghapus semua sepi ini
Karena, walaupun aku berdiri di kerumunan orang
Aku tetap merasa sendiri
Rasanya sakit….
Ketika menyadari kita tak punya arti bagi siapapun
Ternyata tak seorangpun menganggap kita ada bagi mereka
Dan, aku sendiri


Wednesday, October 20, 2010

sendiri

Kesepian, kesendirian, kesedihan, kesunyian, kehampaan…..
Seperti matahari yang selalu sendiri
Seperti pantai yang selalu berdiri menanti lautan
Dan aku masih disini, sendiri
Tak ku harapkan bintang ataupun rembulan
Untuk menghapus semua sepi ini
Karena, walaupun aku berdiri di kerumunan orang
Aku tetap merasa sendiri
Rasanya sakit….
Ketika menyadari kita tak punya arti bagi siapapun
Ternyata tak seorangpun menganggap kita ada bagi mereka
Dan, aku sendiri

28 Feb 09

satria dan cintaku

Secangkir cappuccino
Rangkaian air hujan
Suara debur ombak
Senja di tepi pantai
Wangi tanah tersiram hujan
Dan diriku...............
                        
                            Dengan sebuah cinta!!!

Langit malam kelam
Kerlip bintang bercahaya
Tiupan angin sepoi
Nyanyian syahdu malam
Sebentuk cinta terukir
Dan seorang..................

                         Dia, yang bernama Satria

AKU


Aku adalah………….
Raga tanpa ada jiwa
Aku adalah………….

UNTUKMU BINTANG

ketika merangkai bintang tak mampu lagi
ketika menggapai bulan tak sanggup lagi
ketika mengejar matahari membuatku lelah
ketika merajut awan tak lagi bisa
ketika menguntai tetes embun semakin menghilang
ketika melukis pelangi yang terus memudar
ketika menghitung pasir pantai tak mungkin lagi
hanya diam....
terpaku.....
ketika kesadaran menyergap jiwaku
aku hanyalah seorang
PEMIMPI


06 april 07